Kontingen Indonesia Akhirnya Tiba di London

 
London: Seluruh
kontingen Indonesia yang akan berlaga di
Olimpiade London 2012, sekitar pukul 13.00 waktu
setempat tiba di Bandara Heathrow Internasional
Inggris, dalam dua penerbangan yang berbeda.
Kontingen dan ofisial berjumlah total 44 orang,
disambut langsung oleh Duta Besar RI untuk
Indonesia, Hamzah Thayeb, dan juga oleh Chef
De Mission untuk Indonesia, Erick Thohir. Selain
itu, sejumlah warga Indonesia di London
termasuk mahasiswa lengkap dengan atribut
bendera Merah Putih turut hadir menyambut
kedatangan para atlet Indonesia.

Indonesia menargetkan emas di cabang
bulutangkis. Kepada koresponden Metro TV, Devi
Trianna, atlet ganda bulutangkis dunia Liliyana
Natsir mengaku siap dengan tantangan ini. Ia
berharap memberikan yang terbaik untuk
Indonesia dalam keikutsertaannya di Olimpiade
yang kedua baginya ini.

Senada dengan Liliyana, Taufik Hidayat juga
menegaskan dirinya tak ingin memasang target
tertentu, dan tetap fokus memberikan penampilan
terbaiknya di laga Olimpiade. Ini adalah
keikutsertaan Taufik yang keemapt kalinya dalam
laga Olimpiade.

Akan tetapi, menurut Erick Thohir yang terutama
dalam misi Olimpiade kali ini para atlet Indonesia
harus fokus dan tetap dalam kondisi fit saat
bertarung. Sementara Hamzah Thayeb
menambahkan, pihak KBRI juga memberikan
dukungan penuh bagi kontingen Indonesia
dengan menyediakan sejumlah ofisial, untuk
mendampingi para atlet sekaligus membuka
Sekretariat Olimpiade di Kantor KBRI London.

Kontingen Indonesia langsung diangkut dengan
bus menuju Olympic Village tempat mereka
tinggal. Rencananya pukul 19.00 waktu London,
seluruh kontingen akan diterima resmi oleh
panitia London Olympic dengan upacara penaikan
bendera Merah Putih, dan dihadiri para atlet offisial
dan Duta Besar Indonesia.
(metrotvnews.com)

Harapan Taufik Hidayat Terhadap Tradisi Emas Bulutangkis Indonesia


Pebulutangkis tunggal putra Taufik Hidayat mengharapkan tradisi perolehan emas bagi kontingen Indonesia tidak menjadi beban para pemain. 

Dia berharap para pemain tidak dibebani tradisi emas itu sehingga mereka  dapat fokus memenangi setiap pertandingan di Olimpiade London 2012.

"Saya mengharapkan tradisi emas tidak menjadi beban, tetapi harus menjadi acuan," kata Taufik di sela-sela acara Pengukuhan Kontingen Indonesia Untuk Olimpiade London 2012 oleh KOI di Jakarta, Jumat. 

Dia mengatakan, tim bulutangkis Indonesia harus berjuang menghadapi tim dari China dan Malaysia yang dianggap menjadi lawan terberat.

"Atlet andalan China Lin Dan dan atlet andalan Malaysia Lee Chong Wei tidak absen. Saya kira dua pemain itu lawan yang terberat," katanya.

Meski demikian Taufik mengatakan dirinya akan memberikan yang terbaik dalam pertandingan nanti.

"Saya bukanlah atlet seperti delapan atau empat tahun lalu. Tapi saya akan memberikan yang terbaik," katanya.

Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengatakan seluruh atlet Indonesia harus mempertahankan tradisi emas di Olimpiade.

"Kibarkan bendera Merah Putih dan nyanyikan lagu Indonesia Raya di sana. Target kita adalah mempertahankan tradisi emas Olimpiade," kata Andi. 

Dia meminta seluruh kontingen untuk berjuang bersungguh-sungguh dan pantang menyerah untuk dapat meraih prestasi terbaik.

"Jumlah atlet kita yang diturunkan tidak sebesar negara lain tetapi kalau semangat dan pantang menyerah `insyaallah` akan prestasi terbaik dapat diraih," ujarnya.

Menurut Menpora, setiap atlet harus berpikir bagaimana meraih medali. 

"Saya mendukung supaya seluruh atlet yang berangkat bisa berprestasi yang terbaik dan mengharumkan nama bangsa dan negara," kata dia.

Dia juga meminta kepada seluruh rakyat Indonesia memberikan dukungan sebesar-besarnya agar tim Merah Putih bisa tampil maksimal.

Pada event empat tahunan tersebut Indonesia menurunkan 21 atlet dari tujuh cabang olahraga, yaitu bulu tangkis (9), angkat besi (6), atletik (2), serta renang, panahan, anggar dan menembak yang masing-masing satu atlet.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images